Skip to main content

Filosofi Pabetot Bakakak Hayam Dalam Pernikahan Adat Sunda

By October 7, 2021July 20th, 2022Wedding
Filosofi Pabetot Bakakak Hayam

Jakarta, Menara 165 – Filosofi Pabetot Bakakak Hayam Dalam Pernikahan Adat Sunda.

Sebagian besar masyarakat Sunda percaya bahwa ayam jantan adalah hewan untuk menolak bala,

hewan untuk mengusir roh-roh jahat yang akan mengganggu manusia. Dalam setiap upacara adat sunda ayam jantan dijadikan sebagai menu penting, diolah dengan cara dibakar-dipanggang, disebut hayam atau ayam bakakak. Salah satunya yaitu Pabetot Bakakak Hayam Dalam Pernikahan Adat Sunda.

Patetot Bakakak Ayam

Sumber : Pinterest.com

Bila ingin menyelenggarakan pesta pernikahan dengan menggunakan adat sunda maka harus dilaksanakan secara berurutan. Dalam upacara perwakinan adat sunda ada yang namanya Pabetot Bakakak Hayam. Apa makna dan filosofi di balik proses satu ini? Yuk simak ulasan lengkapnya di sini.

Pabetot Bakakak Hayam

Secara lughowi pabetot bakakak hayam memiliki arti saling menarik ayam bakakak, prosesi ini dilaksanakan setelah prosesi Huap Lingkung seperti yang dikutip dari website seputarpernikahan.com. Dibutuhkan satu ekor ayam jantan yang sudah diolah (menjadi ayam bakakak) khususnya pada bagian paha.

Pada prosesi ini kedua mempelai akan memegang ayam bakakak tersebut di masing-masing sisi. Kemudian setelah mempelai wanita memberikan aba-aba, kedua mempelai akan menarik ayam bakakak tersebut kearah yang saling berlawanan. Sesuai dengan nama dari prosesi ini, pabetot atau saling menarik.

Mempelai yang mendapatkan bagian yang lebih besar dari pada yang lain, dipercaya akan membawa kesejahteraan di dalam keluarga kecil mereka. Selain itu, prosesi pabetot bakakak ayam ini juga mengingatkan kedua mempelai untuk saling membantu satu sama lain dan bekerja sama dalam membangun kesejahteraan keluarga.

Mempelai yang mendapatkan bagian ayam yang lebih besar harus membagikan ayam bakakak tersebut kepada pasangannya dengan cara digigit bersama. Hal ini juga dipercayai kelak siapa pun nanti mendapatkan rezeki lebih harus dibagi dan dinikmati besama pasangan.

Menjadi Simbol Penyemangat

Kalau kita artikan secara dzhohiriyah prosesi di balik pabetot bakakak hayam ini adalah sebagai simbolis penyemangat untuk kedua mempelai dalam membangun rumah tangga. Kedua mempelai diharuskan untuk saling bekerja sama dalam membangun keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah. Apa pun hasilnya berapa pun hasilnya, harus dibagi dan dinikmati bersama.

Dari satu prosesi upacara perkawinan adat sunda ini ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dan amalkan. Di lain kesempatan, kita akan bahas prosesi upacara pernikahan adat sunda lainnya ya. Semoga bermanfaat!

Untuk Melihat Dokumentasi Berbagai Macam Adat Pernikahan Silahkan Klik Link Disini